Saturday, 16 May 2015

PERMULAAN MASA DEPAN

Setelah melewati masa-masa yang sulit dan menegangkan, aku merasa sangat senang dengan hasil yang kudapatkan dari hasil kerja keras aku yang masih merepotkan orang tua dengan tingkah laku aku yang masih bisa dibilang nakal. Aku dinyatakan lulus dan menyelesaikan tugasku selama 12 tahun, disaat itu aku merasa senang bercampur sedih karena harus meninggalkan masa-masa indah ini, tetapi aku senang akan menjadi seorang lelaki yang berguna dan dapat membahagiakan orang-orang yang aku sayang.

Di saat seperti itu lah aku menemukan jati diriku yang selama 3 tahun aku mencari dan masih belum menemukan titik jawaban mengenai masa depan yang akan aku hadapi. Secerca harapan aku sampaikan di pengundian masuk universitas tanpa tes dan langsung masuk, tetapi Tuhan berkehndak lain dimana aku gagal dalam pengundian tersebut. Setelah kejadian itu aku merasakan begitu sulitnya untuk mendapatkan masa depan ini dan melanjutkan pendidikan, setelah kejadian itu aku agak sedikit terpojok dengan perkataan orang-orang yang menyindirku karena aku memilih jurusan yang berlainan dari aku sekolah dulu. Aku memilih sosial padahal ketika sekolah aku memilih ilmiah dimana semua pelajarannya bertolak belakang dengan yang aku pelajari.

Ketika ada kesempatan di fase tertulis aku mendaftarkan untuk kedua kalinya jurusan aku tetapi mengkombinasikan dengan jurusan ilmiah pula agar tepat apa yang aku lakukan itu, kertika di fase tes aku mengalami kemudahan dalam  mengerjakan dimana aku merasa yakin bahwa masa depanku sudah tepat di depan mataku dan bisa kuraih dengan usaha aku selama ini. Aku menunggu hasilnya dan Tuhan mengizinkan aku untuk melanjutkan masa depan aku di universitas kesayanganku dan luar biasanya teman-temanku juga meraih masa depannya dengan diterima di universitas pilihannya.

Aku memilih hukum, meskipun alasannya kuat aku dari keluarga yang mengenal dan belajar hukum tetapi aku sendiri mencari kebenaran hukum itu sendiri, aku melihat teman-teman baruku yang dimataku sama sekali tak terlihat ada kemauan dan semangat dari hati mereka, aku berfikir apa mereka tidak mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan karena diluar sana masih banyak yang belum menemukan masa depannya. Aku berikhtiar dan bertawakal agar senantiasa selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepadaku, dimana semua kenikmatan yang telah Ia berikan semata-mata untuk membuatku bangkit dan menjadi seorang khalifah di bumi ini agar kelak memimpin banyak orang bahkan sampai suatu negara dapat aku atur dan aku pimpin sebagaimana Rasulullah SAW telah mengabdikan hidupnya untuk semua umat islam dengan keimanan, ketakwaan dan ilmu yang dijunjung tinggi dari buaian sampai liang lahat.